
Warta Sumbawa, Lombok Timur – Inovasi pelaku UMKM binaan program GUMI SERI terus bermunculan. Di kawasan wisata Sembalun, sejumlah pelaku usaha berhasil mengembangkan produk dan layanan yang mendukung pertumbuhan ekonomi pariwisata berbasis masyarakat.
Salah satunya adalah Desi Wida Hadiana, yang mengembangkan usaha kopi lokal dengan menghadirkan kedai kopi di tengah hamparan persawahan Sembalun. Konsep tersebut menawarkan pengalaman menikmati kopi langsung di kawasan pertanian yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Tidak berhenti pada produk minuman, Desi juga mulai mengeksplorasi pemanfaatan limbah kopi menjadi produk turunan, seperti bahan campuran sabun. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya penerapan ekonomi sirkular yang ramah lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi komoditas lokal.
Di sektor akomodasi, Sri Azizah, pengelola Homestay Tapak Rinjani, turut memperluas usahanya dengan memproduksi berbagai jajanan kering khas Sembalun yang dipasarkan sebagai oleh-oleh wisata.
Diversifikasi usaha tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat rantai ekonomi lokal di sekitar destinasi wisata.
Program GUMI SERI juga mendorong terbentuknya jejaring kolaborasi antara pelaku usaha di kawasan pegunungan Sembalun dan pesisir Jerowaru. Kolaborasi ini memungkinkan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Rinjani melanjutkan perjalanan ke destinasi pantai dan menikmati berbagai produk serta layanan UMKM lokal.
Melalui sinergi tersebut, Lombok Timur diharapkan mampu membangun ekosistem pariwisata yang saling terhubung, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (WS.01)





