Warta Sumbawa, Sumbawa Barat — Minggu pagi di Pantai Maluk ternyata bukan hanya tentang senam, jalan santai atau menikmati suasana pantai. Di balik ramainya warga yang datang, ada cerita lain yang perlahan tumbuh: lapak-lapak kecil yang mulai menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.
Ada yang datang membawa makanan, minuman, jajanan, ada pula yang mencoba menjual produk untuk pertama kalinya.
Menariknya, dari evaluasi awal terhadap pelapak CFD Pantai Maluk, sebagian di antaranya bahkan belum memiliki usaha sebelum ikut berjualan di CFD.
Artinya, CFD tidak hanya menjadi tempat bagi UMKM yang sudah ada. Bagi sebagian warga, CFD justru menjadi tempat untuk berani mencoba memulai usaha.
“Dari evaluasi awal yang telah dilakukan, pelapak seluruhnya merasakan adanya pertambahan pelanggan dalam berbagai tingkat. Sebagian besar juga mengaku menambah produk dan meningkatkan kapasitas produksi setelah mengikuti CFD,” jelas Dokter Ali Praja sebagai penanggung jawab kegiatan.
Ia mengatakan, sederhana memang. Tetapi dari sebuah lapak kecil di pinggir pantai, bisa muncul pelanggan baru, produk baru, bahkan mungkin usaha baru. Dan di situlah menariknya CFD Pantai Maluk.
Ia bukan hanya tentang berapa banyak orang yang datang. Tetapi tentang berapa banyak peluang yang ikut tumbuh ketika orang-orang datang.
Namun semakin ramai sebuah kegiatan, tentu semakin besar pula kebutuhan untuk menatanya.Hasil evaluasi para pelapak menunjukkan bahwa yang mereka butuhkan ke depan bukan sekadar keramaian.
Mereka menginginkan lapak yang lebih tertata, lokasi yang jelas, fasilitas toilet, tempat sampah, tenda yang lebih baik, parkir yang nyaman, serta sistem pendataan pelapak yang jelas.
Bahkan sebagian besar pelapak menyatakan siap mengikuti sistem iuran dengan kisaran Rp5.000–Rp10.000 per kegiatan, selama pengelolaannya jelas dan manfaatnya kembali untuk mendukung kegiatan serta para pelapak.
Ini menunjukkan satu hal penting: Masalah CFD Pantai Maluk bukan lagi bagaimana membuatnya ramai. Keramaian itu sudah mulai tumbuh. Tantangannya sekarang adalah bagaimana keramaian tersebut ditata agar menjadi sesuatu yang lebih baik.
Bukan hanya ramai, Tetapi tertib.
Bukan hanya banyak pelapak. Tetapi UMKM yang berkembang. Bukan hanya kegiatan hari Minggu. Tetapi ruang publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dan bukan hanya sebuah acara mingguan. Tetapi perlahan menjadi ekosistem kecil yang mempertemukan olahraga, keluarga, UMKM, pariwisata dan ekonomi masyarakat di Pantai Maluk.
Tentu perjalanan itu masih panjang.
Evaluasi yang dilakukan saat ini masih akan terus dikembangkan. Tetapi dari data awal tersebut sudah terlihat satu pesan yang cukup jelas: CFD Pantai Maluk punya potensi untuk tumbuh
Yang dibutuhkan sekarang bukan sekadar menambah keramaian, melainkan merawat pertumbuhan itu dengan tata kelola yang lebih baik.
“Karena mungkin, di balik satu lapak kecil di Pantai Maluk setiap Minggu pagi, ada sebuah keluarga yang sedang mencoba menambah penghasilan,” jelas dokter Ali.
Ada seorang ibu yang sedang belajar menjadi pedagang. Ada anak muda yang sedang mencoba memulai usaha. Dan ada ekonomi kecil masyarakat yang perlahan mulai bergerak. Dari Pantai Maluk, Dari Minggu pagi, dari lapak-lapak sederhana itu.Mungkin sebuah ekosistem ekonomi masyarakat sedang mulai tumbuh. (WS.01)
