Warta Sumbawa, Sumbawa Barat — Muliani, S.I.P. terpilih sebagai Kepala Desa Tua Nanga, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, setelah meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Perempuan muda yang merupakan alumni Universitas Cordova dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa Barat ini memperoleh 483 suara, mengungguli dua kandidat lainnya.
Dalam kontestasi tersebut, Muliani yang maju dengan nomor urut 2 meraih 483 suara. Sementara itu, Manawari dengan nomor urut 1 memperoleh 235 suara, sedangkan Hamzah dengan nomor urut 3 meraih 424 suara. Hasil ini mengantarkan Muliani menjadi kepala desa terpilih sekaligus menandai hadirnya figur perempuan muda dalam kepemimpinan pemerintahan desa di Kabupaten Sumbawa Barat.
Sebelum memasuki ruang pengabdian di tingkat desa, Muliani telah melewati proses panjang dalam dunia kemahasiswaan dan organisasi. Ia merupakan alumni Universitas Cordova dan pernah menjabat sebagai anggota Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM Universitas Cordova periode 2022–2023.
Di lingkungan HMI Cabang Sumbawa Barat, Muliani juga aktif berproses dan mengemban amanah sebagai Bendahara Korps HMI-Wati (KOHATI) periode 2024–2025. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan dirinya dalam membangun kapasitas kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.
Usai ditetapkan sebagai kepala desa terpilih, Muliani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Tua Nanga yang telah menggunakan hak pilihnya dalam Pilkades.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung, relawan, keluarga, serta semua pihak yang telah membersamai proses perjuangannya.
Muliani menegaskan bahwa, kemenangan ini bukan semata-mata kemenangan kelompok atau pendukung tertentu, melainkan amanah yang harus dijalankan untuk seluruh masyarakat Desa Tua Nanga.
“Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat Desa Tua Nanga. Amanah ini bukan hanya untuk mereka yang memilih saya, tetapi untuk seluruh masyarakat. Setelah Pilkades ini, tidak ada lagi nomor 1, nomor 2, atau nomor 3. Kita semua adalah keluarga besar Desa Tua Nanga,” demikian pernyataan Muliani setelah terpilih sebagai Kades Tua Nanga.
Ia juga berharap seluruh masyarakat kembali bersatu, mengakhiri perbedaan pilihan, dan bersama-sama membangun desa yang lebih baik. Baginya, kontestasi telah selesai, tetapi tanggung jawab untuk melayani masyarakat justru baru dimulai.
Sementara itu, rekan seperjuangan Muliani, Indra Dwi Herfiansyah, yang merupakan Presiden Mahasiswa/Ketua BEM Universitas Cordova periode 2022–2023 sekaligus Ketua Umum HMI Cabang Sumbawa Barat periode 2024–2025, turut menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Muliani.
Indra menilai, terpilihnya Muliani menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang anak muda yang pernah berproses di kampus dan organisasi, hingga kini mendapatkan kepercayaan untuk mengambil tanggung jawab dalam pemerintahan desa.
“Selamat kepada saudari Muliani, S.I.P. atas amanah yang telah diberikan masyarakat Desa Tua Nanga. Saya mengenal Muliani sebagai rekan seperjuangan yang pernah berproses bersama di kampus dan organisasi. Hari ini, pengabdian itu memasuki ruang yang lebih luas, yakni mengabdi langsung kepada masyarakat,” ungkap Indra.
Ia juga berpesan agar amanah tersebut dijalankan dengan rendah hati, mengedepankan musyawarah, serta merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan politik dalam Pilkades.
“Menjadi kepala desa bukan sekadar tentang kemenangan dalam pemilihan, tetapi tentang bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat. Rangkul semua pihak, dengarkan aspirasi warga, dan jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun desa. Sebab, setelah pemilihan selesai, yang tersisa adalah tanggung jawab untuk bekerja dan melayani,” tambahnya.
Menurut Indra, pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal dalam membangun komunikasi, memperkuat partisipasi masyarakat, dan mendorong tata kelola pemerintahan desa yang terbuka serta responsif terhadap kebutuhan warga.
Terpilihnya Muliani menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Dari ruang kampus dan organisasi kemahasiswaan, kini ia menghadapi tanggung jawab untuk memimpin pemerintahan desa dan bekerja bersama masyarakat.
Harapan besar menyertai kepemimpinan baru tersebut: terciptanya pemerintahan desa yang merangkul semua kalangan, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pilkades telah usai. Saatnya merajut kembali persaudaraan, menyatukan harapan, dan bersama-sama membangun Desa Tua Nanga. (WS.01)

