Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat mendorong Program IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba) masuk ke dalam kurikulum satuan pendidikan sebagai langkah memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini.

Dorongan tersebut disampaikan Plt. Kepala BNNK Sumbawa Barat, Mairuddin, SKM, saat membuka Rapat Persiapan Ananda Bersinar Goes to School yang digelar Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Sumbawa Barat di Ruang Rapat BNNK Sumbawa Barat, Kamis, (1/10/2026).

Rapat tersebut diikuti perwakilan guru dari masing-masing sekolah, dengan dua orang guru dari setiap satuan pendidikan mulai jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan juga dihadiri Kabid Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat.

Mairuddin mengatakan, program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah agar anak-anak memperoleh pemahaman mengenai bahaya narkoba sejak dini.

“Program P4GN harus bisa kita masukkan ke dalam kurikulum sekolah. Hal ini untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak supaya mengenal bahaya narkoba,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah, guru, dan pihak sekolah dapat bersama-sama mendukung integrasi Program IKAN dalam kurikulum. Menurutnya, secara teknis program tersebut dapat disesuaikan dengan sistem pembelajaran yang diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.

“Nanti secara teknis bisa kita masukkan ke dalam kurikulum sekolah,” ujarnya.

Mairuddin juga mengungkapkan, data rehabilitasi BNNK Sumbawa Barat pada 2025 mencatat 48 anak berusia 12 hingga 24 tahun yang menjalani rehabilitasi. Rentang usia tersebut mencakup anak yang berada pada jenjang pendidikan SMP hingga SMA.

Data tersebut, kata dia, menjadi salah satu dasar pelaksanaan Program IKAN. Edukasi antinarkoba diberikan sejak usia dini dengan berbagai metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.

Sementara itu, Kabid Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat, Irsan, menyatakan dukungannya terhadap rencana integrasi Program IKAN ke dalam kurikulum sekolah.

Menurutnya, materi mengenai bahaya narkoba penting diperkenalkan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran yang terintegrasi.

“Program IKAN sangat bagus bila dimasukkan di kurikulum sekolah, karena hal-hal yang diintegrasikan sangat baik untuk perkenalan mengenai bahaya narkoba,” jelasnya.

Irsan mengatakan, Dinas Dikbud siap mendukung program tersebut, termasuk memberikan pembekalan kepada guru Bimbingan dan Konseling (BK). Ia juga mendorong sekolah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pembekalan terkait bahaya narkoba melalui Dana BOSDA sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mengenai acara pelatihan dan ciri-ciri pengenalan anak-anak yang terpapar narkoba bisa dianggarkan dari BOSDA,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Dikbud siap membangun kolaborasi dengan BNNK Sumbawa Barat dalam mengembangkan program-program positif bagi peserta didik. Integrasi Program IKAN di satuan pendidikan nantinya akan diatur bersama dengan BNNK Sumbawa Barat.

“Untuk mengintegrasi Program IKAN di satuan pendidikan akan diatur bersama BNN,” tambahnya.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan arahan dari Ketua Tim P2M BNNK Sumbawa Barat serta Seksi Rehabilitasi BNNK Sumbawa Barat terkait persiapan pelaksanaan Ananda Bersinar Goes to School.

Para peserta memperoleh informasi mengenai teknis dan langkah persiapan program sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat edukasi serta pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan.

Kegiatan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab. Para guru diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta membahas pelaksanaan program di masing-masing satuan pendidikan. (WS.01)

By admin