
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat — Lembaga survei nasional Median merilis hasil survei kepuasan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati melalui Program KSB Maju dengan tujuh layanan. Hasilnya, tingkat kepuasan publik tercatat mencapai 72,9 persen.
Survei tersebut melibatkan 606 responden dengan margin of error ±3,92 persen. Riset dilakukan pada 28 November hingga 4 Desember 2025 dengan populasi seluruh warga yang memiliki hak pilih. “Dibandingkan September lalu yang berada di angka 69,0 persen, tingkat kepuasan pada Desember meningkat menjadi 72,9 persen,” ujar Riko Marbun dari Media.ro.id, Kamis, (18/12/2025).
Riko menjelaskan, sampel dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling yang diproporsionalkan berdasarkan kecamatan dan gender. Untuk menjaga kualitas data, quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel. Survei ini juga menangkap dinamika politik yang terjadi selama masa pengambilan data.
Berdasarkan sebaran responden per kecamatan, Taliwang mendominasi dengan 38,1 persen, disusul Seteluk 13,2 persen, Brang Rea 10,6 persen, Maluk dan Poto Tano masing-masing 9,2 persen, Sekongkang 7,9 persen, Jereweh 6,6 persen, serta Brang Ene 5,1 persen.
Median merekomendasikan agar tingkat kepuasan Program KSB Maju dapat ditingkatkan hingga 80 persen dalam satu tahun ke depan dan dijaga pada kisaran 70–82 persen.
Menanggapi hasil survei tersebut, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menyampaikan apresiasinya atas tingkat kepuasan masyarakat yang dinilai cukup tinggi. Ia mengakui masih terdapat hambatan dan kebutuhan publik dalam pelaksanaan program pemerintah.
Menurut Amar, kesadaran masyarakat terhadap program pemerintah relatif tinggi, namun tidak selalu sejalan dengan tingkat kepuasan dan pemahaman. “Masyarakat bukan hanya makhluk rasional, tetapi juga emosional. Harapan publik terhadap program pemerintah cenderung tinggi, dan jika tidak terpenuhi dapat memicu keluhan dan ketidakpuasan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pengumpulan data yang akurat dan representatif guna memahami kebutuhan serta hambatan masyarakat. Dari total sekitar 51.000 kepala keluarga (KK) di Sumbawa Barat, baru sekitar 23.000 KK yang menerima manfaat program. Meski demikian, tingkat kepuasan tetap mendekati 73 persen, yang menunjukkan dampak positif program bagi masyarakat secara luas.
“Persepsi masyarakat terhadap program pemerintah sangat positif. Tingkat kepuasan tidak hanya datang dari penerima manfaat, tetapi juga dari masyarakat yang melihat program ini bermanfaat dan sesuai harapan,” kata Amar.
Namun, ia mengakui masih ada sekitar 24 persen penerima program yang mengeluhkan belum merasakan manfaat secara optimal. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan agar Program KSB Maju semakin efektif, meningkatkan manfaat bagi penerima, serta menekan keluhan masyarakat. (WS.01)





