Warta Sumbawa, Dompu — Dalam rangka meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampak negatif tindakan bullying di lingkungan pendidikan dan masyarakat, Karang Taruna Desa Kadindi melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Bullying pada Sabtu, 19 September 2026 yang bertempat di Yayasan Pondok Pesantren NW Kadindi.
Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 08.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Kadindi, bapak dan ibu dewan guru, serta para santri se-Yayasan Pondok Pesantren NW Kadindi.
Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Karang Taruna Desa Kadindi terhadap perkembangan generasi muda, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Bahaya narkoba dan bullying dinilai perlu mendapatkan perhatian bersama karena dapat memberikan dampak serius terhadap masa depan anak-anak dan remaja, baik dari sisi pendidikan, pergaulan, mental, maupun kehidupan sosial mereka.
Melalui kegiatan ini, para santri diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjauhi narkoba, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta membangun keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai bullying, mulai dari bentuk-bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, hingga pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari tindakan perundungan.
Ketua Karang Taruna Desa Kadindi, Ali Sanusi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan pemahaman dan kesadaran yang terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini para santri dan generasi muda dapat memahami betapa pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba dan menjauhi segala bentuk bullying. Kami ingin anak-anak muda Desa Kadindi tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, saling menghargai, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat,” ujar Ali Sanusi.
Ia juga menegaskan bahwa, upaya mencegah penyalahgunaan narkoba dan bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama antara pemuda, orang tua, lembaga pendidikan, pemerintah desa, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara Karang Taruna, aparat keamanan, dan lembaga pendidikan dalam memberikan edukasi serta membangun kesadaran generasi muda. Sementara itu, dukungan dari para dewan guru diharapkan dapat memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi seluruh santri.
Karang Taruna Desa Kadindi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengangkat berbagai tema yang berkaitan dengan pembinaan generasi muda. Dengan adanya edukasi dan pendampingan yang dilakukan secara bersama-sama, diharapkan generasi muda Desa Kadindi dapat tumbuh sebagai generasi yang berprestasi, berakhlak, berkarakter, dan terbebas dari narkoba serta bullying.
Karang Taruna Desa Kadindi — Bersama Pemuda, Membangun Generasi yang Sehat, Berkarakter dan Berdaya. (WS.01)
