
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah untuk mengajak masyarakat memperkuat nilai keimanan, pengorbanan, dan kepedulian sosial sekaligus memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah melalui program Kartu Sumbawa Barat Maju.
Dalam sambutannya pada pelaksanaan Shalat Idul Adha di Taliwang, Rabu, (27/5/2026), Bupati menyampaikan bahwa, Idul Adha bukan sekadar peringatan ibadah kurban, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan semangat membangun daerah secara bersama-sama.
“Hikmah kurban sesungguhnya bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga menyembelih sifat egoisme, keserakahan, kesombongan, dan ketidakpedulian terhadap sesama,” ujar Bupati di hadapan jamaah Shalat Idul Adha.
Pada kesempatan itu, Bupati bersama Wakil Bupati Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., juga menyampaikan bahwa Program Kartu Sumbawa Barat Maju kini telah memasuki usia satu tahun sejak diluncurkan pada 20 Mei 2025 lalu.
Melalui satu kartu dengan tujuh layanan utama, pemerintah daerah terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, pertanian, perikanan, UMKM hingga sosial.
Di bidang pendidikan, Pemkab Sumbawa Barat mencatat sebanyak 12.445 penerima manfaat bantuan biaya masuk sekolah dan perguruan tinggi sepanjang 2025. Jumlah tersebut terdiri dari siswa TK hingga mahasiswa strata satu.
“Alhamdulillah tahun ini pemerintah daerah mulai menyelenggarakan program beasiswa reguler bagi mahasiswa yang telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjalin kerja sama beasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi dan PT Amman melalui sistem seleksi sesuai kuota yang ditetapkan.
Sementara pada sektor kesehatan, Bupati mengungkapkan bahwa, layanan TRC ambulans berbasis puskesmas terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga Mei 2026, layanan tersebut telah menangani 13.356 pelayanan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
Jumlah itu meningkat dibanding tahun 2025 yang mencatat 6.609 pelayanan. Mayoritas layanan yang diberikan merupakan kasus non-emergency sebesar 87,85 persen, disusul kunjungan kesehatan terjadwal sebesar 10,10 persen dan kasus emergency sebesar 2,07 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa layanan TRC bukan hanya digunakan dalam kondisi darurat, tetapi telah menjadi bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Di sektor pertanian dan peternakan, pemerintah daerah saat ini tengah mengembangkan program agribisnis sapi serta menargetkan produksi benih padi unggul sebanyak 198 ton pada 2026 atau sekitar 59 persen dari kebutuhan benih daerah.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kawasan sentra budidaya di Kecamatan Jereweh dan Seteluk, serta pembangunan kawasan wisata berbasis masyarakat di Kecamatan Brang Ene dan Brang Rea.
Pada bidang ketenagakerjaan, Pemkab Sumbawa Barat juga memfasilitasi pemuda daerah mengikuti pendidikan dan pelatihan kerja di UT School Jakarta serta mempersiapkan tenaga kerja terampil untuk diberangkatkan ke Jepang melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan.
Dalam sambutannya, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang kembali diraih Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.
“Pencapaian ini bukan hanya kebanggaan pemerintah daerah, tetapi hasil dari dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat Sumbawa Barat dalam mengawal pembangunan daerah,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Sumbawa Barat serta mendoakan jamaah haji asal daerah agar diberikan kesehatan dan menjadi haji yang mabrur. (WS.01)





