Kades Manemeng Siapkan Agroindustri dan Gerai UMKM, Dukung Pariwisata Kerakyatan KSB

Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Kepala Desa Manemeng, Jayadi, mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung pengembangan pariwisata kerakyatan di wilayahnya. Setelah menyerap berbagai masukan dari pelaku wisata, pemerintah Kecamatan Sembalun, pemerintah desa, pelaku UMKM, kelompok wanita tani (KWT), hingga para petani, Pemerintah Desa Manemeng kini fokus menyusun program yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Jayadi mengatakan, hasil interaksi dan diskusi dengan berbagai pihak selama beberapa hari terakhir telah memberikan gambaran yang jelas mengenai sektor-sektor yang perlu diperkuat untuk menunjang pariwisata di desanya. Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah membangun komunikasi dan konsolidasi dengan para pelaku usaha yang telah ada di Desa Manemeng.

“Sekarang saya akan menyiapkan dan mendata para pelaku usaha yang ada di desa. Dalam waktu dekat akan kami komunikasikan,” ujar Jayadi kepada media ini, Minggu, (14/6/2026).

Selain itu, Pemerintah Desa Manemeng juga telah memberikan arahan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memetakan peluang usaha yang potensial dikembangkan. Pemetaan tersebut diharapkan mampu melahirkan unit-unit usaha produktif yang tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).

Menurut Jayadi, potensi pertanian yang dimiliki masyarakat Manemeng menjadi salah satu kekuatan utama yang perlu diintegrasikan dengan sektor pariwisata. Karena itu, ia berencana menerapkan konsep agroindustri yang melibatkan petani, kelompok wanita tani, dan pelaku UMKM sebagai bagian dari ekosistem wisata desa.

Konsep tersebut nantinya akan dikolaborasikan dengan pembangunan jogging track yang tengah direncanakan di Kecamatan Brang Ene dan salah satunya Desa Manemeng. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan olahraga, tetapi juga mampu menjadi ruang promosi produk-produk pertanian dan UMKM lokal.

Untuk memperkuat program tersebut, Jayadi juga berharap adanya dukungan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) melalui program pembinaan dan pemberdayaan UMKM. Menurutnya, peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi faktor penting agar masyarakat mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang lahir dari berkembangnya sektor pariwisata.

Pemerintah Desa Manemeng sendiri telah menyiapkan gerai khusus bagi pelaku UMKM sebagai wadah pemasaran produk lokal. Namun demikian, ia menilai masih diperlukan penguatan sumber daya manusia, serta dukungan sarana dan prasarana agar gerai tersebut dapat beroperasi secara optimal.

“Untuk membantu para UMKM, Pemdes Manemeng telah menyiapkan gerai UMKM. Tinggal persiapan SDM, sarana dan prasarana UMKM,” pungkasnya.

Langkah yang disiapkan Pemerintah Desa Manemeng tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mendorong pengembangan pariwisata kerakyatan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, sehingga manfaat ekonomi dari sektor wisata dapat dirasakan secara langsung oleh warga desa. (WS.01)