
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Kelangkaan dan melonjaknya harga LPG bersubsidi 3 kilogram menjadi keluhan utama masyarakat dalam kegiatan Reses III Masa Sidang Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dari Fraksi PDI Perjuangan, Ratnawati, di Aula Kantor Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Rabu, (29/7/2026).
Selain persoalan gas subsidi, warga juga menyampaikan berbagai usulan pembangunan, mulai dari program bedah rumah, bantuan peternakan, hingga fasilitas ibadah di sekolah.
Reses yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan puluhan warga itu berlangsung interaktif. Masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi kepada wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Jereweh, Maluk, dan Sekongkang.
Salah satu aspirasi yang paling mencuat disampaikan Kepala Dusun Tanaman, Zulkifli yang mengeluhkan sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram di Desa Tatar. Menurutnya, selain langka, harga gas bersubsidi tersebut kini melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Di Desa Tatar sekarang harga tabung gas melon 3 kilogram sudah mencapai Rp60 ribu bahkan ada yang menjual hingga Rp65 ribu per tabung. Selain mahal, barangnya juga langka sehingga sangat menyulitkan masyarakat,” ungkap Zulkiefli.
Ia berharap DPRD bersama pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem distribusi LPG bersubsidi agar kembali tepat sasaran dan dijual sesuai ketentuan.
Selain persoalan LPG, warga juga mengusulkan berbagai program pembangunan yang dinilai mendesak. Di antaranya bantuan bedah rumah bagi keluarga kurang mampu, bantuan usaha peternakan berupa sapi, ayam, dan bebek untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, serta dukungan terhadap sektor pendidikan.
Perwakilan SDN Tatar turut menyampaikan kebutuhan pembangunan teras musala sekolah, bantuan Al-Qur’an, dan pengadaan perangkat pengeras suara untuk menunjang kegiatan keagamaan para siswa.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ratnawati menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam forum reses. Ia menegaskan seluruh usulan yang diterima akan menjadi bahan perjuangan di DPRD sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.
Khusus terkait kelangkaan dan tingginya harga LPG 3 kilogram, Ratnawati memastikan persoalan tersebut akan menjadi perhatian serius dan akan dibahas bersama anggota DPRD serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Keluhan masyarakat mengenai kelangkaan dan tingginya harga gas LPG 3 kilogram akan kami evaluasi bersama DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dan dinas terkait. Persoalan ini akan kami sampaikan dalam pembahasan di rapat agar dapat dicarikan solusi terbaik demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Sementara terhadap usulan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, Ratnawati menyatakan dukungannya, namun mengingatkan bahwa seluruh usulan harus melalui tahapan perencanaan dan pembahasan anggaran serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Ia juga meminta pemerintah desa bersama kelompok masyarakat segera menyiapkan proposal yang lengkap agar setiap usulan memiliki dasar administrasi yang kuat dan dapat diperjuangkan dalam penyusunan program pemerintah daerah.
“Semua aspirasi yang masuk kami tampung dan akan kami perjuangkan. Memang tidak semuanya bisa langsung direalisasikan karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran daerah serta mempertimbangkan usulan dari desa-desa lain. Namun saya optimistis, selama memenuhi persyaratan dan melalui mekanisme yang benar, usulan masyarakat memiliki peluang untuk direalisasikan,” jelas Ratnawati.
Reses III tersebut ditutup dengan dialog interaktif antara warga dan anggota DPRD. Seluruh aspirasi yang dihimpun akan dirangkum sebagai pokok-pokok pikiran DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan program dan anggaran pemerintah daerah, dengan harapan dapat diwujudkan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Tatar dan wilayah Dapil III Kabupaten Sumbawa Barat. (WS.01)





