Sekali Dilatih, Harus Menular: LASQI Sumbawa Barat Siapkan Pembina Qasidah untuk Festival Berjenjang

Warta Sumbawa, Sumbawa Barat, 2 September 2026 – Upaya mengembangkan seni qasidah di Kabupaten Sumbawa Barat diarahkan tidak hanya untuk menghadapi perlombaan, tetapi juga memastikan pembinaan terus berlanjut dan melahirkan generasi baru. Hal itu mengemuka dalam Training of Trainer (TOT) Pelatihan Seni Qasidah LASQI Nusantara Jaya Kabupaten Sumbawa Barat yang digelar DPD LASQI NJ Kabupaten Sumbawa Barat di Aula Gili Paserang, Lantai III Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu, (02/09).

Kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari, 2~3 September 2026, dan dibuka Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah Musyafirin, S.Pt., M.M.Inov., dengan dihadiri Ketua DPD LASQI Kabupaten Sumbawa Barat Huswatun Hasanah Hairul, S.Pd., Kepala Kantor Kementerian Agama H. Lalu Suhaili Fathanah, S.Pd., jajaran camat, Ketua DPK LASQI kecamatan, serta peserta pelatihan dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 80 peserta, dengan masing-masing 10 peserta dari delapan kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat. Para peserta dibimbing 10 pelatih yang berasal dari pengurus DPD LASQI NJ Kabupaten Sumbawa Barat, dengan Hamdan, S.E., sebagai ketua. TOT ini menjadi bagian dari persiapan menuju Festival Seni Qasidah Nusantara Jaya Kabupaten Sumbawa Barat sekaligus penguatan kapasitas peserta agar mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada kelompok-kelompok qasidah di wilayah masing-masing.

Ketua DPD LASQI Kabupaten Sumbawa Barat Huswatun Hasanah menyampaikan bahwa, pelatihan harus menghasilkan pembinaan yang berkelanjutan dan tidak berhenti setelah kegiatan selesai maupun setelah festival berakhir. Ia menegaskan bahwa hasil pelatihan harus memiliki dampak lanjutan bagi perkembangan seni qasidah di daerah. “Pastinya di kegiatan ini ketika ada output, pasti akan ada outcome. Jangan stop ketika selesai kegiatan, istilahnya dua hari, akan ada lomba festival akan stop di situ, jangan. Kita terus berkelanjutan,” ujarnya.

Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah berharap peserta tidak hanya menguasai teknik dan materi selama TOT, tetapi juga mampu mentransfer pengetahuan tersebut kepada kelompok qasidah di wilayah masing-masing. Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius, disiplin, dan penuh semangat, serta mendorong dukungan para camat dan DPK LASQI dalam seluruh tahapan pembinaan.

“Saya dan kita berharap kepada para peserta yang mengikuti TOT ini nantinya tidak hanya memahami teknik dan materi, tetapi pastinya harus mampu mentransfer apa yang didapat hari ini ke kelompok qasidah pastinya di wilayah masing-masing,” tutur Hanipah.

Setelah TOT selesai, para pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) LASQI NJ kecamatan akan langsung mempersiapkan diri menghadapi Festival Qasidah LASQI NJ Tingkat Kabupaten yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026, kemudian berlanjut ke tingkat nasional pada November 2026. Koordinator LASQI Kabupaten Sumbawa Barat Roy Marhandra, S.E., M.Sos., menyampaikan bahwa rangkaian tersebut menjadi tahapan lanjutan setelah pelaksanaan pelatihan.

Pembinaan juga diarahkan untuk diperluas ke lingkungan pendidikan melalui rencana pengembangan seni hadroh dan rebana di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, baik negeri maupun swasta. Wakil Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Bidang Kebudayaan untuk menginventarisasi sekolah yang telah memiliki kelompok dan siap mengikuti pembinaan, sementara pengadaan alat hadroh dan rebana direncanakan melalui APBD Perubahan.

“Sangat luar biasa kalau pembangunan secara fisik, secara infrastruktur. Tetapi perlu juga kita bangun manusianya juga dengan keislaman, kita tanamkan di jiwa anak-anak kita,” tegas Hanipah.

Melalui rencana tersebut, siswa SD dan SMP diharapkan dapat dibina melalui guru agama dalam materi seperti lafaz dan sholawatan, dengan gagasan pelaksanaan Festival Hadroh/Rebana antarsekolah pada momentum Hari Kebangkitan Nasional atau perpisahan sekolah. Penguatan sejak usia sekolah diharapkan menjadi bagian dari regenerasi sehingga Kabupaten Sumbawa Barat memiliki lebih banyak penabuh rebana dan penyanyi qasidah yang matang untuk menghadapi perlombaan tingkat provinsi maupun nasional di masa mendatang. (WS.01)