
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat — Forum Pemantau Tender dan Pengerjaan Proyek Daerah (Forpentda) menilai sejumlah proyek yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2025 dalan pengerjaannya sejauh ini masih jauh dari kata memuaskan.
Dari hasil pemantauan di berbagai lokasi, Forpentda menemukan banyak pekerjaan fisik dan bangunan yang dinilai berkualitas rendah serta terkesan dibiarkan tanpa pengawasan ketat hingga mendekati tahap finalisasi.
Juru Bicara Forpentda, Rahmad Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi banyak catatan penting terkait kualitas pengerjaan di lapangan.
“Kami memiliki banyak catatan sejauh ini untuk nanti kami laporkan ke pihak-pihak terkait, baik pemerintah maupun APH. Kami juga memberikan saran dan mengingatkan kontraktor agar menjaga kualitas proyek, karena ini proyek rakyat jangan sampai rusak dalam jangka pendek,” tegas Rahmad.
Rahmad tidak menampik bahwa mutu dan kualitas proyek tidak terlepas dari kondisi alam dimana curah hujan yang cukup tinggi, namun begitu diingatkan agar kontraktor juga tidak lalai untuk kemudian memperbaiki kembali hingga semua sesuai kontrak.
Forpentda mendorong pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan dan memastikan setiap pekerjaan sesuai standar teknis. Langkah ini penting agar anggaran negara yang dipakai benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. (WS.01)





