Forpentda Identifikasi 18 Temuan Masalah Proyek Pemerintah di Sumbawa Barat

Warta Sumbawa, Sumbawa Barat — Forum Pemantau Tender dan Pengerjaan Proyek Daerah (Forpentda) resmi mengidentifikasi laporan awal terkait berbagai persoalan dalam pelaksanaan proyek pemerintah di Kabupaten Sumbawa Barat.

Laporan tersebut memuat 18 temuan utama yang dinilai perlu segera ditangani agar tata kelola pembangunan di daerah semakin transparan dan berkualitas.

Juru Bicara Forpentda, Rahmad Hidayat, menyampaikan bahwa, seluruh temuan tersebut akan disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Sumbawa Barat dalam waktu dekat.

Hal ini dilakukan sebagai langkah awal mencari solusi jangka pendek, menengah dan panjang atas berbagai persoalan yang ada. “Sedikitnya ada 18 masalah yang sudah kami identifikasi. Semua ini akan kami laporkan untuk dibahas bersama, sehingga ke depan tata kelola proyek di Sumbawa Barat dari hulu ke hilir bisa menjadi semakin baik,” ungkap Rahmad Hidayat.

Pria yang akrab disapa Metha itu menegaskan bahwa, seluruh temuan masih bersifat awal dan perlu melalui proses uji serta pembahasan terbuka bersama para pelaku usaha.

“Kita akan diskusi melibatkan kontraktor, dan menguji kembali setiap masalah yang muncul. Dari sana akan keluar rekomendasi resmi yang disepakati oleh seluruh pegiat usaha atau kontraktor yang ada,” jelasnya.

Metha juga menambahkan, Forpentda saat ini terus menjalankan berbagai agenda dan program kerja, terutama dalam hal pengawasan pelaksanaan proyek. Forum tersebut juga mendorong masyarakat agar lebih aktif mengawasi proyek di sekitar mereka.

“Pengawasan publik itu penting. Proyek harus tepat guna dan berkualitas baik. Forpentda ingin memastikan bahwa pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban anggaran,” tegasnya.

Laporan lengkap Forpentda, termasuk daftar 18 masalah yang ditemukan, rencananya akan dipublikasikan secara terbuka setelah melewati tahapan diskusi dengan para pemangku kepentingan. (WS.01)