
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Menindaklanjuti pencanangan resmi yang digelar pada Apel Syukur. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bergerak cepat dengan menggelar Sosialisasi Sensus Ekonomi (SE2026) pada hari Selasa, (23/6/2026).
Bertempat di Aula BPS Kabupaten Sumbawa Barat, agenda ini dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si jajaran pimpinan Perangkat Daerah (OPD), perwakilan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta rekan-rekan media massa. Dalam sambutan resminya, Bupati Sumbawa Barat yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa Barat, menganalogikan pentingnya data berkualitas seperti alat navigasi dalam pelayaran.
“Di era digital dan informasi saat ini, data telah menjadi tulang punggung pembangunan. Data yang akurat, mutakhir, dan komprehensif adalah prasyarat mutlak. Tanpa data yang berkualitas, setiap upaya pembangunan akan berjalan tanpa arah yang jelas, ibarat berlayar tanpa kompas,” tegas Bupati Sumbawa Barat.
Bupati menambahkan bahwa, untuk mewujudkan Kabupaten Sumbawa Barat Maju Luar Biasa menuju transformasi kesejahteraan masyarakat, diperlukan fondasi data yang kuat sebagai dasar dan pedoman dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan yang terukur, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Kerahkan 147 Petugas, Potret Ekonomi Hingga Kesejahteraan Keluarga
Pelaksanaan pendataan lapangan secara door-to-door di Kabupaten Sumbawa Barat dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Untuk memastikan seluruh wilayah tersisir dengan baik, sebanyak 147 petugas lapangan dikerahkan ke tengah masyarakat.
Memasuki hari kedelapan pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi SE2026, capaian pendataan saat ini baru menyentuh angka sekitar 7,6 persen dari target 25 persen yang harus dikejar hingga akhir Juni 2026.
Kepala BPS Kabupaten Sumbawa Barat, Ni Ketut Alit Rahayu Hendrayani, SST, mengungkapkan adanya sejumlah kendala krusial di lapangan, terutama terkait penolakan dan kejenuhan sebagian masyarakat untuk didata.
“Banyak warga menolak karena kurang paham tujuan sensus, keberatan dengan pertanyaan privasi, hingga muncul kekhawatiran keliru bahwa data ini akan menghapus bantuan sosial (bansos) yang mereka terima. Kami menegaskan, SE2026 tidak ada kaitannya dengan penghapusan bansos, pajak, ataupun perizinan. Data dijamin rahasia oleh UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik,” jelas Kepala BPS Kabupaten Sumbawa Barat.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Sumbawa Barat menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak, termasuk media massa, untuk meluruskan mis informasi di tengah masyarakat. Bupati menjelaskan bahwa, pembangunan yang kuat harus dimulai dari data yang benar.
“Data yang akurat adalah prasyarat mutlak. Tanpa data berkualitas, upaya pembangunan berjalan tanpa arah, ibarat berlayar tanpa kompas. Kami meminta masyarakat menerima petugas dan memberikan jawaban yang jujur,” kata Bupati.
Pencacahan Lapangan, Sektor Digital, Hingga Tambang Tradisional Tetap Didata
Berbeda dengan sensus sebelumnya, SE2026 kali ini menyasar seluruh keluarga dan semua skala usaha (BUMN, BUMD, UMKM, hingga usaha besar). Terkait maraknya ekonomi kreatif dan digital, BPS memastikan para pekerja lepas (freelancer), influencer, affiliator, kreator konten, hingga UMKM online akan tetap teridentifikasi berkat pelatihan khusus petugas.
Inovasi Teknologi dan Strategi Khusus
Perusahaan Besar SE2026 turut menerapkan sejumlah inovasi modern, seperti pemanfaatan big data, geotagging untuk merekam koordinat lokasi usaha, penggunaan Generative AI untuk membantu klasifikasi lapangan usaha (KBLI), hingga layanan informasi berbasis chatbot. BPS juga menyiapkan strategi khusus berkoordinasi dengan kantor pusat di Jakarta untuk mendata perusahaan besar di kawasan strategis, seperti sektor pertambangan yang membutuhkan izin akses tertentu.
Di tingkat akar rumput, BPS berkolaborasi dengan jajaran DPRD, tokoh masyarakat, kades, lurah, RT, hingga rencana pelibatan Agen Gotong Royong (AGR) dan sosialisasi melalui forum yasinan untuk menjangkau seluruh warga Kabupaten Sumbawa Barat.
Di akhir sosialisasi, BPS memperkenalkan slogan resmi TIR: Terima petugas, Isi data dengan benar dan jujur, Rahasia responden dijamin dan dijaga. (WS.01)





