Anggaran Belum Cair, PPKD Tetap Jalankan Tahapan Sesuai SK Bupati

Warta Sumbawa, Sumbawa Barat — Rangkaian tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat, yang melibatkan 21 desa di Bumi Pariri Lema Bariri, kini resmi memasuki tahapan Pencalonan — sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Sumbawa Barat Nomor 100.3.3.21175 Tahun 2026 tentang Penetapan Susunan Tahapan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak di Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2026.

Sampai saat ini, sudah ada 10 tahapan yang telah dijalankan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD).

“Mulai hari ini, tanggal 19, hingga 27 Agustus nanti, kita berada di tahapan Pencalonan, dan kami mulai menerima pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa,” ungkap Ketua PPKD Desa Tambak Sari, Rahmad Hidayat, saat ditemui di Sekretariat PPKD Desa Tambak Sari, Rabu, (19/8/2026).

Meski tahapan berjalan sesuai jadwal, anggaran pelaksanaan Pilkades belum direalisasikan oleh Pemerintah Daerah. Hal ini memaksa PPKD untuk menanggung sendiri seluruh kebutuhan operasional setiap tahapan, mulai dari konsumsi rapat hingga kebutuhan Alat Tulis Kantor (ATK).

Menurut Rahmad, lambatnya pencairan anggaran diduga berkaitan dengan perubahan regulasi dan sistem penyelenggaraan Pilkades Serentak — dari sistem konvensional beralih ke sistem digital atau e-voting. Perubahan sistem dan aturan ini turut memengaruhi penyesuaian anggaran.

“Dulu menggunakan surat suara kertas, sedangkan kali ini beralih ke sistem digital dan menggunakan perangkat elektronik. Perubahan sistem dan regulasi inilah yang diduga menyebabkan anggaran Pilkades belum dapat direalisasikan hingga saat ini,” jelas Rahmad.

Kendati demikian, Rahmad menegaskan pihaknya selaku pelaksana di tingkat desa akan tetap berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan seluruh tahapan Pilkades Serentak ini.

“Kami dari PPKD yang telah dibentuk, bertekad menyukseskan pelaksanaan Pilkades Serentak ini. Di setiap tahapan, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar semuanya berjalan lancar,” tegasnya.

Rahmad menambahkan, seluruh kebutuhan panitia seperti ATK, konsumsi rapat, pembuatan spanduk, dan lainnya saat ini ditalangi dari dana pribadi masing-masing anggota panitia.

“Sampai di tahapan pencalonan ini, kami belum menerima anggaran Pilkades sama sekali. Bahkan rekening PPKD baru saja kami buka hari ini di Bank NTB Syariah, sesuai arahan dari PPKD Kabupaten,” urainya.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 3 orang bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran dan mengonfirmasi jadwal pendaftarannya kepada panitia.

“Sudah ada 3 bakal calon yang berniat mendaftar, dan mereka juga telah mengonfirmasi jadwal pendaftarannya sesuai waktu yang ditetapkan dalam tahapan,” tutup Rahmad. (WS.01)