
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat bersama PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan Workshop Satgas Anti Narkoba dan Workshop Ketahanan Keluarga Anti Narkoba di Desa Tepas, Kecamatan Brang Rea.
Kegiatan yang digelar sepanjang Mei 2026 tersebut melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, orang tua, hingga anak-anak sebagai bagian dari penguatan peran masyarakat dan keluarga dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.
Kepala BNNK Sumbawa Barat, Indah Poernomosari mengatakan, masyarakat dan keluarga memiliki posisi strategis dalam mencegah masuknya pengaruh narkoba di lingkungan sekitar.
“Peran keluarga dan masyarakat sangat penting sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Komunikasi yang baik serta kepedulian bersama harus terus diperkuat,” ujarnya.
Workshop Satgas Anti Narkoba yang dilaksanakan pada 6 Mei 2026 di Aula Desa Tepas diikuti berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan desa, mulai dari perangkat desa, Babinsa, BPD, kepala dusun, PKK, Agen Gotong Royong (AGR), Karang Taruna, tokoh agama hingga tokoh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNNK Sumbawa Barat menekankan pentingnya keberadaan Satgas Anti Narkoba sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan di tingkat desa.
Sejumlah narasumber dari BNNK Sumbawa Barat dan PT AMNT turut memberikan materi terkait bahaya narkoba dan langkah penanganannya. Petugas Pasca Rehabilitasi BNNK Sumbawa Barat, Indah Putriani membahas tentang narkoba dan berbagai dampaknya, sedangkan Analis Intelijen BNNK, Tri Bagus Winaningrat menyampaikan perspektif hukum terkait narkotika.

Selain itu, dokter Klinik BNNK Sumbawa Barat, William Jonathan menjelaskan mengenai adiksi narkoba dan rehabilitasi, sementara perwakilan Klinik Siloam PT AMNT, Isnan memaparkan pentingnya keterlibatan lintas sektor masyarakat dalam pencegahan narkoba.
Sementara itu, Workshop Ketahanan Keluarga Anti Narkoba yang digelar pada 12 Mei 2026 di Aula Desa Tepas lebih difokuskan pada penguatan peran keluarga dalam membangun lingkungan sehat dan bebas narkoba. Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 orang tua dan 10 anak.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai dampak narkoba terhadap individu, keluarga dan lingkungan sosial, membangun hubungan harmonis antara orang tua dan anak, hingga memahami pengaruh lingkungan pergaulan terhadap perkembangan karakter anak.
Penyuluh Narkoba BNNK Sumbawa Barat, Rey Paizati menyampaikan pentingnya membangun kualitas positif dalam keluarga agar tercipta hubungan yang sehat dan harmonis. Sementara Psikolog PT AMMAN, Sri Indah Gunarti menjelaskan pentingnya memahami pengaruh teman sebaya serta penguatan nilai-nilai keluarga dalam pembentukan karakter anak.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan deklarasi keluarga anti narkotika sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Melalui dua kegiatan itu, BNNK Sumbawa Barat berharap terbentuk Satgas Anti Narkoba yang aktif dan responsif di tingkat desa, sekaligus meningkatnya kesadaran masyarakat dan ketahanan keluarga dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika. (WS.01)





