
Warta Sumbawa | Sumbawa Barat – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang digelar secara virtual bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan kementerian terkait di ruang pertemuan Kantor BNNK Sumbawa Barat.
Plt Kepala BNNK Sumbawa Barat, Mairuddin, mengatakan peringatan HANI tahun ini mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Maju 2045.” Meski Hari Anti Narkotika Internasional diperingati setiap 26 Juni, pelaksanaan tahun ini dirangkaikan dengan momentum Hari Anak Nasional yang diperingati pada 23 Juli 2026.

Menurut Mairuddin, tantangan pemberantasan narkoba di Kabupaten Sumbawa Barat masih cukup besar. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif.
“Perang melawan narkoba di Sumbawa Barat masih membutuhkan sinergi yang lebih kuat. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun gerakan Kabupaten Sumbawa Barat Bersih dari Narkoba atau Bersinar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu fokus HANI 2026 adalah pelaksanaan Program Ananda Bersinar, sebuah inisiatif strategis dan kampanye nasional BNN yang bertujuan melindungi anak-anak dan remaja dari penyalahgunaan narkotika. Program tersebut merupakan kepanjangan dari Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba.
Selain itu, BNN juga tengah menyiapkan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) yang direncanakan akan diterapkan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak usia dini.
Mairuddin juga mengungkapkan bahwa partisipasi sekolah dalam kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) masih perlu ditingkatkan.
Berdasarkan data BNNK, pada masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru, permintaan sosialisasi P4GN baru datang dari 7 SMP, 6 SMA, 4 MTs, dan 4 SMK di Kabupaten Sumbawa Barat.
“Ke depan kami berharap semakin banyak sekolah yang mengintegrasikan edukasi P4GN dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sekolah,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Khusnarti, S.Pd., M.M.Inov, mengapresiasi BNNK Sumbawa Barat yang terus menginisiasi berbagai program pencegahan narkoba melalui pendekatan edukatif.
Ia mendorong seluruh satuan pendidikan agar lebih inovatif dengan menyisipkan materi dan kegiatan P4GN dalam berbagai aktivitas sekolah. Menurutnya, pendekatan melalui teman sebaya menjadi salah satu cara paling efektif untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba.
“Lebih mudah melakukan sosialisasi melalui teman sejawat. Karena itu perlu dibentuk berbagai kelompok atau komunitas yang diberikan pembekalan mengenai P4GN agar mampu menjadi agen pencegahan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Khusnarti juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Semua pihak harus bersinergi memberantas narkoba, karena kita memiliki kepentingan yang sama untuk melindungi keluarga, sekolah, dan lingkungan tempat tinggal. Intinya, kita semua harus peduli terhadap lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui peringatan HANI 2026, BNNK Sumbawa Barat berharap gerakan pencegahan narkoba semakin meluas dengan melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, swasta serta masyarakat, sehingga cita-cita mewujudkan Sumbawa Barat Bersinar (Bersih dari Narkoba) dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 dapat tercapai.
Hadir dalam acara itu, Asisten 1 Setda KSB, Direktur RSUD As-Syifa, Kasdim 1628/SB, Kepala Kemeng KSB, Ketua Basnas dan perwakilan OPD terkait. (WS.01)





