
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat, 13 Agustus 2026 — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan terorisme sejak dini, khususnya di kalangan anak dan remaja. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Anak Terpapar Radikalisme dan Terorisme yang dilaksanakan di Aula SMPN 1 Seteluk, Kamis, (13/8/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 40 siswa dan siswi SMPN 1 Seteluk, didampingi guru pendamping, serta dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, pihak sekolah, Kementerian Agama, Satuan Tugas Wilayah NTB Detasemen Khusus 88 AT Polri Tim Sumbawa/Sumbawa Barat, dan Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Bakesbangpol.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sumbawa Barat, Saifullah, S.IP, hadir dalam kegiatan tersebut. Dari pihak sekolah hadir Wakil Kepala SMPN 1 Seteluk, Abdul Haris, S.Pd. Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama, Zainuddin, S.Ag., M.Pd, serta Anggota Satuan Tugas Wilayah NTB Detasemen Khusus 88 AT Polri Tim Sumbawa/Sumbawa Barat Briptu Arif Sahid Amrullah.
Bekali Pelajar Mengenali Paparan Radikalisme
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dengan tema “Mengenali dan Mencegah Dini Paparan Radikalisme pada Anak dan Remaja” yang disampaikan oleh Satuan Tugas Wilayah NTB Detasemen Khusus 88 AT Polri Tim Sumbawa/Sumbawa Barat.
Materi tersebut memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai potensi paparan radikalisme pada anak dan remaja, termasuk pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan pergaulan, informasi dan konten di media sosial, serta berbagai bentuk ajakan yang dapat mengarah pada paham ekstrem dan tindakan terorisme.
Pelajar juga didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan tidak mudah menerima atau menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Perkuat Pemahaman Keagamaan yang Moderat
Materi berikutnya disampaikan oleh Zainuddin, S.Ag., M.Pd, Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama, dengan tema “Penguatan Nilai Keagamaan yang Moderat dalam Melindungi Anak dari Radikalisme dan Terorisme”.
Melalui materi tersebut, peserta diberikan penguatan mengenai pentingnya memahami dan mengamalkan ajaran agama secara moderat, toleran, seimbang, serta menghargai perbedaan.
Pemahaman keagamaan yang baik diharapkan dapat menjadi salah satu benteng bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman keagamaan yang bersifat ekstrem dan bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketahanan Keluarga Jadi Benteng Anak
Selain unsur keamanan dan keagamaan, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap peran keluarga dalam mencegah anak terpapar radikalisme.
Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana Bakesbangpol melalui materi “Ketahanan Keluarga Sebagai Benteng Radikalis pada Anak” menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memberikan perlindungan kepada anak.
Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, perhatian terhadap perkembangan anak, penanaman nilai agama dan kebangsaan, serta pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas anak di ruang digital merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.
Harapannya agar orang tua selalu memantau perkembangan dan pergaulan anak, supaya tidak bergaul dengan orang yang tidak dikenal.
Implementasi Perbup Nomor 22 Tahun 2025
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mengimplementasikan Peraturan Bupati Sumbawa Barat Nomor 22 Tahun 2025 tentang Perlindungan Khusus Anak dari Radikalisme dan Terorisme.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu landasan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat langkah pencegahan dan perlindungan anak dari berbagai bentuk paparan radikalisme dan terorisme.
Melalui kegiatan sosialisasi di lingkungan sekolah, pemerintah daerah berupaya membangun kesadaran sejak dini bahwa perlindungan anak dari radikalisme membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat.
Bangun Daya Tangkal Generasi Muda
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme dari para peserta. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan narasumber.
Bakesbangpol Kabupaten Sumbawa Barat berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat memberikan dampak nyata dalam membangun daya tangkal generasi muda terhadap radikalisme dan terorisme.
Para pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, wawasan kebangsaan yang kuat, mampu menyaring informasi secara kritis, serta menjunjung tinggi nilai Pancasila, toleransi, persatuan dan kesatuan.
“Pencegahan radikalisme pada anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan. Sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan perlindungan, pendidikan dan pendampingan kepada anak,” tuturnya.
Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan ketahanan keluarga serta lingkungan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa. (ADV. WS.01)





