
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat satu kasus yang dicurigai campak pada anak di wilayah tersebut sepanjang tahun 2026. Kasus tersebut saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis.
Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof Sitompul, mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian bahwa kasus tersebut positif campak karena masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk tahun 2026 ini ada satu kasus yang dicurigai campak, tetapi kami masih menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun penyebaran campak di beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) terjadi cukup cepat bahkan hingga masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), namun di Kabupaten Sumbawa Barat kondisi tersebut masih relatif terkendali.
Menurutnya, dinas kesehatan tetap melakukan pemantauan dan langkah antisipasi guna mencegah penyebaran penyakit tersebut, terutama pada anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terpapar.
Carlof menambahkan, pada tahun 2025 lalu tercatat dua kasus campak yang telah dinyatakan positif di Kabupaten Sumbawa Barat.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kesehatan anak, termasuk memastikan imunisasi dasar lengkap guna mencegah penularan penyakit campak. (WS.01)





