
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat, 31 Maret 2026 — Kondisi Pantai Maluk di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, memprihatinkan akibat penumpukan sampah yang kian mengancam keindahan destinasi wisata unggulan daerah. Persoalan ini memicu sorotan publik, terutama terkait belum jelasnya pihak yang bertanggung jawab atas penanganan masalah tersebut.
Ketua Himpunan Mahasiswa Maluk Benete (HPMMB), Golden Wira Susanto, menilai hingga kini belum terlihat langkah konkret dari pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun pihak perusahaan di sekitar kawasan tersebut. Padahal, Pantai Maluk berada di wilayah lingkar tambang yang seharusnya mendapat perhatian lebih.
“Belum ada tindakan nyata. Padahal ini kawasan strategis dan menjadi wajah pariwisata daerah,” ujarnya kepada media, Selasa, (31/3/2026).
Ia juga menyoroti berkembangnya opini di tengah masyarakat yang cenderung menyalahkan wisatawan sebagai penyebab utama penumpukan sampah, tanpa diikuti solusi yang jelas dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, aktivis lingkungan Muamar Bima Pahlevi mempertanyakan keseriusan semua pihak dalam menangani persoalan sampah di kawasan wisata tersebut. Ia menilai perhatian terhadap kebersihan Pantai Maluk seolah hanya muncul pada momen-momen tertentu, seperti peringatan hari lingkungan hidup.

“Apakah harus menunggu momentum seremonial dulu baru pantai ini dibersihkan? Sampah-sampah itu setiap hari ada dan terus bertambah,” katanya.
Kondisi di lapangan, lanjutnya, bahkan telah menuai keluhan dari wisatawan. Beberapa pengunjung menyebut Pantai Maluk sebagai salah satu pantai terkotor yang pernah mereka kunjungi.
“Ini menjadi tamparan bagi kita semua. Di satu sisi pemerintah ingin memprioritaskan sektor pariwisata, tetapi fakta di lapangan justru bertolak belakang,” ungkapnya.
Para aktivis mengaku akan terus mendorong gerakan kepedulian lingkungan di kawasan tersebut. Namun mereka menegaskan, tanpa dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak, upaya tersebut tidak akan memberikan hasil yang signifikan.
Mereka pun berharap pemerintah daerah, pemerintah desa, pihak swasta, serta masyarakat dapat mengambil peran bersama dalam menjaga kebersihan Pantai Maluk sebagai aset wisata yang penting bagi Kabupaten Sumbawa Barat. (WS.01)





