
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat mencatat sebanyak 33 kejadian kebakaran, baik lahan, gedung maupun kendaraan, sepanjang tahun 2025. Selain itu, petugas juga menangani 108 kasus non kebakaran yang justru mendominasi layanan penyelamatan.
Kepala Dinas Damkarmat KSB, Drs. H. Abdul Razak, menyampaikan hal tersebut kepada awak media pada Rabu, (1/4/2026) di ruang kerjanya. Ia menjelaskan bahwa dari total penanganan non kebakaran, kasus evakuasi hewan berbahaya menjadi yang paling banyak, yakni mencapai 67 kejadian.
“Selain itu, ada juga penanganan lepas cincin sebanyak tujuh kasus, serta evakuasi tawon vespa dan kejadian lainnya,” ujarnya.
Abdul Razak menambahkan, jumlah kejadian kebakaran pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 39 kasus. Penurunan ini, menurutnya, tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran.
Ia menegaskan, pihaknya secara intensif turun langsung ke masyarakat dan sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi dan imbauan terkait pencegahan kebakaran, dengan melibatkan pihak PLN dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
“Keterlibatan PLN penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penggunaan alat listrik yang sesuai standar SNI, karena banyak kebakaran rumah disebabkan oleh arus pendek listrik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa dalam setiap kegiatan sosialisasi, personel PLN turut dilibatkan guna memberikan pemahaman teknis mengenai instalasi listrik yang aman dan sesuai standar, sehingga masyarakat dapat lebih waspada dan mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan masing-masing. (WS.01)





