KSB Gagal Jadi Tuan Rumah Kick Boxing Porprov NTB, Santri Desak KONI NTB Bertanggung Jawab

Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Keputusan memindahkan venue cabang olahraga Kick Boxing pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menuai protes. Ketua Kick Boxing Indonesia (KBI) Kabupaten Sumbawa Barat, Santri Yusmulyadi, ST, mendesak KONI NTB dan Pengurus Provinsi Kick Boxing memberikan penjelasan sekaligus bertanggung jawab atas keputusan yang dinilai merugikan daerah.

Santri mengaku terkejut dengan keputusan mendadak tersebut. Menurutnya, KSB telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk menjadi tuan rumah, bahkan seluruh kebutuhan arena dan fasilitas pendukung telah dipersiapkan guna menyukseskan pelaksanaan Porprov.

“Saya sendiri kaget dengan adanya keputusan pemindahan venue pelaksanaan Porprov untuk cabang olahraga Kick Boxing. Bahkan di saat kami sedang mempersiapkan semuanya, saya justru diberhentikan sebagai Ketua Kick Boxing KSB,” ujarnya.

Ia menilai pemindahan lokasi pertandingan dilakukan tanpa alasan yang jelas. Karena itu, ia meminta KONI NTB bertanggung jawab atas waktu, tenaga, dan anggaran yang telah dikeluarkan oleh pengurus Kick Boxing KSB selama proses persiapan.

“Persiapan kami sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Kenapa tiba-tiba dipindahkan dengan alasan yang menurut kami tidak benar,” tegas Santri.

Selain menyiapkan venue pertandingan, lanjutnya, KSB juga telah mengalokasikan berbagai fasilitas penunjang untuk menyambut pelaksanaan Porprov. Karena itu, keputusan memindahkan venue ke Kota Mataram dinilai sangat mengecewakan.

“Cukup besar anggaran yang telah digelontorkan untuk persiapan Porprov. Namun dengan begitu saja pengurus Kick Boxing NTB mengusulkan pemindahan venue ke Mataram,” katanya.

Santri yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat menduga persoalan anggaran menjadi salah satu penyebab munculnya polemik tersebut. Ia menjelaskan bahwa dana persiapan arena yang dialokasikan KONI KSB memang dikelola oleh pengurus Kick Boxing KSB sebagai penanggung jawab kegiatan, bukan diserahkan kepada pengurus Kick Boxing tingkat provinsi.

Terkait alasan keamanan yang disebut-sebut menjadi salah satu dasar pemindahan venue, Santri menolak keras anggapan tersebut. Menurutnya, Kabupaten Sumbawa Barat selama ini dikenal sebagai daerah yang aman dan kondusif.

“Alasan itu sangat menyinggung perasaan masyarakat KSB. Kabupaten Sumbawa Barat dikenal sebagai daerah zero konflik horizontal dan menjadi salah satu daerah paling aman di NTB,” ujarnya.

Meski demikian, Santri menegaskan polemik tersebut tidak akan mengurangi komitmennya untuk terus mendampingi para atlet Kick Boxing KSB yang akan berlaga pada Porprov NTB. Ia memastikan semangat atlet tetap menjadi prioritas utama demi meraih prestasi bagi daerah.

“Saya tidak gila jabatan sebagai ketua cabang olahraga. Yang terpenting sekarang bagaimana atlet tetap semangat dan mampu meraih medali untuk Kabupaten Sumbawa Barat, meskipun venue pertandingan dipindahkan,” pungkasnya. (WS.01)