Kuli Farm Mengolah Sampah Organik Menjadi Pakan Unggas, Solusi Ramah Lingkungan dan Ekonomis

Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Kepedulian terhadap lingkungan mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat ganda. Komunitas Kelompok Usaha Lestari (Kuli Farm) di Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, berhasil mengolah limbah organik menjadi pakan alternatif untuk unggas.

Upaya ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menjadi solusi bagi peternak dalam menghadapi tingginya biaya pakan.

Sebelumnya, Kuli Farm telah berhasil memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos. Kini, komunitas tersebut kembali menghadirkan inovasi melalui pengolahan limbah organik dengan metode biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF), yang menghasilkan pakan bernilai tinggi bagi unggas.

“Selain membuat pupuk kompos, kami juga mengolah sampah organik menjadi pakan alternatif untuk ayam,” ujar Alimuddin, penggiat lingkungan di Kecamatan Maluk. Jum’at, (03/07/2026).

Menurut Alimuddin, inovasi tersebut menjadi jawaban atas dua persoalan sekaligus. Di satu sisi, pengolahan limbah organik dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah. Di sisi lain, hasil biokonversi dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif yang lebih terjangkau bagi para peternak.

Dengan fasilitas yang dimiliki saat ini, Kuli Farm mampu mengolah sekitar 150 kilogram sampah organik setiap hari. Dalam sebulan, jumlah tersebut mencapai sekitar 4,5 ton limbah organik yang berhasil dialihkan dari TPA dan diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Bahan baku sampah organik tidak hanya berasal dari rumah tangga, tetapi juga dikumpulkan dari berbagai pelaku usaha, seperti jasa katering, warung makan, hingga pedagang buah. Seluruh sampah tersebut dijemput langsung oleh tim Kuli Farm untuk kemudian diproses menggunakan teknologi biokonversi maggot BSF.

“Sampah organik ini kami jemput dan kami olah menggunakan biokonversi maggot BSF,” jelas Alimuddin.

Inovasi yang dikembangkan Kuli Farm menjadi bukti bahwa, sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Melalui semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, komunitas ini menghadirkan solusi berkelanjutan yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. (WS.01)