Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kembali mencatatkan prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Dalam Rapat Paripurna ke-11 DPRD Kabupaten Sumbawa Barat Masa Sidang III Tahun Dinas 2026, Senin, (8/6/2026), Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah, ST., M. Si menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dengan capaian pendapatan daerah mencapai Rp 2,88 triliun atau 150,48 persen dari target.
Selain mencatat realisasi pendapatan tertinggi sepanjang sejarah Kabupaten Sumbawa Barat, pemerintah daerah juga berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.
Dalam pidatonya, Bupati menyampaikan bahwa, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh perangkat daerah yang terus berkomitmen menjaga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
“Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian untuk yang ke-12 kalinya secara berturut-turut. Konsistensi ini menjadi modal penting dalam mewujudkan KSB Maju Luar Biasa,” ujar Bupati.
Berdasarkan laporan yang disampaikan, pendapatan daerah tahun 2025 yang ditargetkan sebesar Rp1,915 triliun berhasil direalisasikan sebesar Rp2,881 triliun. Capaian tersebut bahkan mengantarkan Kabupaten Sumbawa Barat meraih penghargaan APBD Award dari Kementerian Dalam Negeri atas realisasi pendapatan daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi tingkat nasional.
Dari total pendapatan tersebut, PAD yang ditargetkan sebesar Rp160,6 miliar mampu direalisasikan hingga Rp231,5 miliar atau 144,15 persen. Sementara pendapatan transfer mencapai Rp2,351 triliun atau 160,91 persen dari target, serta lain-lain pendapatan yang sah terealisasi sebesar Rp 298,4 miliar.
Lanjutnya, di sisi belanja, pemerintah daerah menganggarkan Rp2,236 triliun dan mampu merealisasikan Rp2,059 triliun atau 92,09 persen. Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi sebesar Rp 1,314 triliun, belanja modal Rp 560,8 miliar, belanja tak terduga Rp 2 miliar, dan belanja transfer kepada desa sebesar Rp 181,6 miliar.

Sementara itu, neraca keuangan daerah menunjukkan total aset Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat per 31 Desember 2025 mencapai Rp 4,611 triliun atau meningkat Rp 726,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat yang sama, kewajiban jangka pendek berhasil ditekan menjadi Rp 14,6 miliar atau turun 66,52 persen dibandingkan tahun 2024.
Peningkatan juga terjadi pada nilai ekuitas daerah yang mencapai Rp 4,597 triliun atau naik 19,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan perkembangan Program Kartu Sumbawa Barat Maju yang telah berjalan satu tahun sejak diluncurkan pada Mei 2025. Program yang mencakup tujuh layanan utama itu telah menjangkau 50.133 kepala keluarga dengan total penerima manfaat sebanyak 116.934 orang.
Secara keseluruhan, progres Program Kartu Sumbawa Barat Maju telah mencapai 95,51 persen dengan realisasi anggaran sebesar Rp59,5 miliar dari total alokasi Rp 64,1 miliar.
Program tersebut meliputi layanan pendidikan, kesehatan, perumahan, tani ternak, perikanan, UMKM, dan sosial. Beberapa sektor bahkan mencatat capaian sasaran hingga 100 persen, termasuk pendidikan, kesehatan, tani ternak, perikanan, dan UMKM.
Meski demikian, hasil audit BPK masih menemukan 16 temuan pemeriksaan yang terdiri atas dua temuan penyusunan laporan keuangan, dua temuan pada akun pendapatan, sembilan temuan terkait belanja, dan tiga temuan pada akun aset daerah. Pemerintah daerah memastikan seluruh temuan tersebut telah ditindaklanjuti melalui Inspektorat dan Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR).
Bupati menegaskan, keberhasilan pengelolaan APBD dan pelaksanaan berbagai program unggulan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan DPRD agar pembangunan dapat berjalan optimal.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung Program Kartu KSB Maju, KSB Maju Luar Biasa, serta berbagai program strategis lainnya demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat,” tutupnya. (WS.01)





