
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dipicu menurunnya curah hujan di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Sumbawa Barat Nomor 300.2.3/49/BPBD/2026 tentang Kewaspadaan Kekeringan serta Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat Drs. Abdul Razak mengatakan bahwa, surat edaran itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan serta larangan pembukaan lahan dengan cara membakar dalam kondisi risiko Karhutla.
Dalam surat tersebut disebutkan, kondisi cuaca saat ini menunjukkan penurunan drastis curah hujan serta mulai melanda sebagian wilayah KSB. Kondisi itu dinilai dapat meningkatkan potensi penyebaran api yang berujung pada kebakaran hutan dan lahan secara tidak terkendali.
Ia juga menjelaskan, hal ini diperlukan langkah antisipatif, cepat dan terpadu untuk meminimalisir dampak kekeringan sekaligus mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan.
“Edaran tersebut ditujukan kepada para camat, lurah/kepala desa, pimpinan BUMN/BUMD/perusahaan swasta, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Khusus kepada camat, lurah dan kepala desa, pemerintah daerah menginstruksikan agar meningkatkan kesiapsiagaan, tindakan pencegahan dan pengendalian terhadap ancaman kebakaran hutan, lahan serta dampak kekeringan di wilayah administratif masing-masing.
Selain itu, seluruh kekuatan dan sumber daya di tingkat kecamatan maupun desa/kelurahan diminta dioptimalkan. Upaya tersebut termasuk melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas pemadam kebakaran serta kelompok masyarakat peduli bencana di wilayah setempat.
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan bersama sebagai langkah menghadapi potensi kekeringan dan Karhutla, sehingga risiko bencana dapat ditekan sejak dini. (WS.01)




