
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat, 4 Maret 2026 – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis hasil kajian bertajuk ‘Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN)’ yang mengestimasi kontribusi kegiatan pertambangan, pembangunan smelter, dan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
AMMAN terhadap perekonomian skala nasional dan daerah sepanjang periode 2018 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa, AMMAN memainkan peran sentral dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Kajian ini menggunakan pendekatan analisis Inter-Regional Input-Output (IRIO) dan kerangka economic multiplier untuk mengestimasi dampak ekonomi dari belanja investasi, operasional, dan program pemberdayaan masyarakat AMMAN terhadap perekonomian nasional dan daerah.
Pendekatan ini tidak hanya menghitung dampak langsung seperti belanja barang dan jasa kepada kontraktor, pemasok atau sektor lain yang berkaitan dengan usaha AMMAN tetapi juga dampak tidak langsung yaitu aktivitas ekonomi yang muncul ketika para pemasok berproduksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui keterkaitan antar sektor dan antar wilayah, rangkaian aktivitas ini menciptakan efek berganda tidak hanya di wilayah lokasi AMMAN, namun juga keterkaitannya dengan wilayah lainnya.
Sepanjang periode kajian, aktivitas AMMAN dengan menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor terkait menghasilkan tambahan output ekonomi sebesar Rp 184 triliun dan berkontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) KSB sebesar Rp 108,2 triliun. Pada tahun 2024, kontribusi AMMAN mencapai Rp 28,9 triliun atau 79% dari total PDRB KSB.
Temuan ini menandakan bahwa lebih dari separuh aktivitas ekonomi di KSB, baik secara langsung maupun tidak langsung, terkait dengan kehadiran AMMAN. Menurut Uka Wikarya, Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI, dampak AMMAN tidak hanya terlihat pada indikator makro, tetapi juga pada peluang sosial ekonomi masyarakat.
“Temuan kajian menunjukkan bahwa kontribusi AMMAN tidak hanya terlihat pada angka angka makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas. Kegiatan operasional AMMAN menciptakan rangkaian efek berganda yang luas. Misalnya, kebutuhan penyediaan makanan bagi ribuan karyawan turut menghidupkan usaha para petani, peternak, dan penyedia bahan pangan lokal.
Begitu pula dengan kebutuhan logistik dan jasa lainnya yang membuka kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah. Inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi yang dipicu AMMAN berdampak dengan skala luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” ujar Uka.
Kontribusi AMMAN terhadap kesejahteraan masyarakat tercermin dalam peningkatan pendapatan rumah tangga sebesar Rp 44 triliun sepanjang periode kajian atau rata rata Rp 6,3 triliun per tahun. Peningkatan pendapatan ini turut menekan tingkat kemiskinan di wilayah tersebut, terutama di sekitar area operasional perusahaan. (WS.01)





