Gerak Cepat Tangani Banjir, Sekda KSB Pimpin Rapat Darurat dan Salurkan Bantuan ke Sejumlah Wilayah

Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Hairul Jibril memimpin rapat gerak cepat penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di KSB, menyusul meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah langsung mengerahkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan mitigasi, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan darurat.

Salah satu wilayah terdampak cukup parah berada di Desa Mataiyang, Kecamatan Brang Ene. Banjir bandang di wilayah tersebut mengakibatkan kerusakan fasilitas sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) telah turun langsung melakukan pendataan tingkat kerusakan dan menghitung kebutuhan anggaran rehabilitasi.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik ke lokasi banjir. Selain Desa Mataiyang, sejumlah wilayah lain yang terdampak di antaranya Kelurahan Sampir, Desa Belo, Desa Beru, serta Desa Benete dan Maluk. Di titik-titik tersebut, tim Dinsos menyiapkan dapur umum serta menyusun rencana penanganan darurat jangka pendek, termasuk pengumpulan data kerusakan, kebutuhan bantuan mendesak, dan penyediaan air bersih.

Tim gabungan dari kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah desa disebut sigap menangani berbagai kondisi di lapangan. Kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi berkat kolaborasi dengan PDAM melalui armada tangki air minum, bersama dukungan Polres, Bank NTB, Dinas PUPR, serta Dinas Lingkungan Hidup.

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) juga disiagakan untuk melakukan pembersihan material sisa banjir di wilayah terdampak. Dinsos memastikan ketersediaan makanan siap saji bagi warga, terutama jika kondisi memburuk, khususnya di Kecamatan Taliwang. Di sisi lain, Dinas PUPR bersama BPBD melakukan perhitungan terhadap kebutuhan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Dihubungi media ini, Kepala Pelaksana BPBD KSB menyampaikan bahwa bantuan mendesak untuk Kecamatan Jereweh dan Maluk telah disalurkan malam ini. Untuk Kecamatan Sekongkang, camat setempat berkoordinasi langsung dengan PT AMMAN guna memenuhi kebutuhan dasar tanggap darurat masyarakat.

Data sementara mencatat banjir melanda 10 kepala keluarga di Desa Tatar. Sementara di Desa Mataiyang, dampak banjir terbatas pada kerusakan sekolah dan telah dikoordinasikan dengan Dikbud.

“Insya Allah besok kami dari BPBD akan melakukan asesmen untuk melihat dampak banjir secara menyeluruh. Data sementara belum final. Namun kami sudah menyiapkan 1.000 paket makanan siap saji dan sudah disalurkan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memastikan penanganan darurat terus dilakukan secara terpadu sembari menunggu hasil asesmen lanjutan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. (WS.01)