
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang tahun 2025 mencapai Rp4,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor pertambangan masih mendominasi nilai investasi yang masuk ke daerah.
Kepala DPMPTSP KSB, NS. Kamaluddin, S. Kep., MM, mengatakan bahwa sebagian besar PMA berasal dari sektor pertambangan dengan nilai mencapai Rp3,3 triliun, sementara sisanya berasal dari sektor pariwisata.
“PMA kita masih didominasi oleh sektor pertambangan sebesar Rp3,3 triliun dan sisanya di sektor pariwisata,” ujar Kamaluddin kepada awak media, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan secara rinci, nilai PMA di sektor pertambangan tercatat mencapai Rp3,335 triliun. Sementara itu, sektor pariwisata juga menyumbang investasi dengan lokasi usaha yang tersebar di sepanjang kawasan pesisir Kabupaten Sumbawa Barat.
Selain PMA, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di KSB juga masih didominasi oleh sektor pertambangan dengan nilai mencapai Rp35,7 triliun. Sektor tersebut menempati peringkat pertama, disusul oleh sektor industri dan perdagangan.
Meski capaian investasi dinilai cukup tinggi, Kamaluddin mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat belum sepenuhnya mencapai target investasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi. Dari target sebesar Rp46 triliun, realisasi investasi KSB baru mencapai Rp45,4 triliun atau sekitar 98,80 persen.
“Memang belum mencapai target, namun capaiannya sudah sangat mendekati,” ujarnya.
Ia optimistis ke depan target investasi dapat tercapai bahkan terlampaui, seiring masih terbukanya peluang pengembangan berbagai sektor unggulan. Dengan adanya program KSB Maju Luar Biasa, iklim investasi di daerah diyakini akan semakin berkembang.
“Kami akan terus mengembangkan investasi potensial yang dimiliki KSB, seperti pariwisata, tambak udang, penggemukan sapi, industri tenaga kerja, hingga pengembangan bibit padi,” pungkasnya. (WS.01)





