
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) secara maraton melakukan kunjungan kerja dan menemukan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja masih mencatatkan progres fisik dan keuangan di bawah target pada pertengahan tahun anggaran 2026. Temuan tersebut terungkap saat Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan kunjungan lapangan dalam rangka pengawasan serta evaluasi kinerja semester pertama.
Ketua Komisi III DPRD KSB, H. Basuki AR, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan beberapa OPD, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), masih berada dalam kondisi under schedule dengan capaian realisasi sekitar 25 persen atau berada di bawah target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya kesenjangan atau gap negatif antara target dan realisasi yang seharusnya dicapai pada pertengahan tahun anggaran.
“Komisi III meminta agar OPD yang belum memenuhi target kinerja segera merealisasikan proyek dan program yang telah direncanakan, mengingat sisa tahun anggaran hanya sekitar empat bulan lagi,” tegas Basuki saat diwawancara media ini, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menekankan percepatan pelaksanaan proyek sangat penting karena berkaitan langsung dengan serapan anggaran sekaligus pelayanan kepada masyarakat termasuk pembangunan gedung BLK. Sejumlah program yang perlu segera direalisasikan, kata dia, menyangkut kebutuhan dasar masyarakat seperti pembangunan jalan, penyediaan air bersih, serta jaringan irigasi.
“Segera realisasikan proyek-proyek penting. Jangan sampai terjadi keterlambatan yang dapat mengindikasikan ketidakmampuan OPD teknis dalam melakukan eksekusi program. Dampaknya tentu akan dirasakan masyarakat karena menyangkut kebutuhan dasar,” ujarnya.

Selain berdampak pada pelayanan publik, keterlambatan realisasi program juga berpotensi memengaruhi tingkat akuntabilitas pemerintah daerah di mata masyarakat. Karena itu, Komisi III menilai percepatan pelaksanaan kegiatan menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.
Meski demikian, Basuki mengungkapkan sejumlah OPD telah memberikan penjelasan terkait rendahnya capaian semester pertama. Beberapa di antaranya memastikan proses administrasi dan tahapan pelaksanaan kegiatan masih berjalan, sehingga optimistis target akhir tahun dapat tercapai sesuai perencanaan.
“Beberapa OPD memastikan bahwa meskipun capaian tengah tahunan masih rendah, mereka optimistis bisa mencapai target pada akhir tahun nanti,” pungkasnya.
Komisi III DPRD KSB memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan OPD mitra agar target pembangunan daerah dapat terealisasi secara maksimal hingga akhir tahun anggaran 2026. (WS.01)





