
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengusulkan tiga nama calon ketua kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) usai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab), Kamis, (16/4/2026) di Hanifati Resto, Komplek KTC. Ketiga nama tersebut yakni Sudarli, S.Pd, Andi Laweng, SH., MH, dan Kondi Pranata.
Penetapan tiga kandidat itu merupakan hasil musyawarah mufakat dalam forum Muscab yang berlangsung dengan suasana “riang gembira”, tanpa konflik internal. Selanjutnya, ketiga nama tersebut akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di tingkat DPP.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Zainul Munasikin, menjelaskan bahwa mekanisme Muscab kali ini berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya menggunakan sistem demokrasi terbuka, kini PKB menerapkan skema seleksi terbatas melalui pengusulan tiga nama terbaik.
“Evaluasi kami, sistem demokrasi terbuka justru berpotensi memecah internal. Karena itu sekarang ditentukan tiga nama untuk diuji kompetensi dan psikotest guna mendapatkan figur terbaik,” ujarnya.
Ia menegaskan, calon ketua DPC harus memiliki kapasitas, loyalitas, rekam jejak yang baik, serta visi membesarkan partai. Menurutnya, regenerasi dan kaderisasi menjadi kunci keberlanjutan partai ke depan.
Sementara itu, Ketua DPC PKB KSB periode 2007–2026, Sudarli, menyebut Muscab kali ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus refleksi perjalanan partai di daerah. Ia mengungkapkan, capaian kursi PKB di DPRD KSB menunjukkan tren peningkatan sejak 2009 hingga 2024.
“Target kita ke depan adalah meraih tiga kursi pada Pemilu 2029. Meski kompetisi di KSB cukup berat, bahkan disebut dapil neraka, kami optimistis bisa meraih kepercayaan rakyat,” katanya.
Sudarli juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta membuka ruang bagi figur-figur baru yang kompeten dalam proses regenerasi kepemimpinan.
Kepala Badan Kesbangpol KSB, Syaifullah, menilai Muscab PKB menjadi momentum strategis untuk memperkuat organisasi dan menyelaraskan program partai dengan visi pembangunan daerah.
“Muscab bukan sekadar agenda organisasi, tetapi sarana memperkuat konsolidasi internal dan menyatukan visi dalam merespons dinamika politik serta kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran pengurus dan kader PKB yang dinilai konsisten membesarkan partai serta menjaga kebersamaan di tengah masyarakat. (WS.01)





