Program Klaster Ternak Mulai Dijalankan, Distan KSB Siapkan 18 Kelompok di Seluruh Kecamatan

Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai menjalankan program klaster ternak sebagai bagian dari implementasi program unggulan Bupati Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hanifa melalui KSB Maju dan KSB Maju Luar Biasa pada tahun 2026.

Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun, mengatakan program tersebut saat ini telah memasuki tahap persiapan, meliputi penanaman pakan ternak, pembersihan lahan (land clearing), hingga pembangunan infrastruktur seperti kandang dan pagar.

“Ada 18 kelompok yang dibina, terdiri dari 9 kelompok penggemukan dan 9 kelompok pembibitan yang tersebar di seluruh kecamatan di KSB, kecuali Maluk,” ujar Jamilatun kepada awak media, Senin, (20/4/2026) di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, setiap kelompok akan menerima bantuan ternak sapi dengan jumlah bervariasi, mulai dari 30 hingga 100 ekor, disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki kelompok. Adapun syarat kelompok penerima bantuan harus memiliki lahan dan beranggotakan antara 18 hingga 20 orang.

Untuk program penggemukan, jenis sapi yang dikembangkan adalah sapi Bali dengan usia sekitar 8 bulan hingga pejantan berumur 1,5 tahun dengan bobot sekitar 200 kilogram. Sementara itu, pada klaster pembibitan, sapi betina yang siap bunting akan dipelihara dan hasilnya nantinya dijual atau didistribusikan ke perusahaan serta kelompok lain.

Menurut Jamilatun, program ini diharapkan mampu mendorong peternak untuk menerapkan sistem pemeliharaan intensif sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi langkah strategis menuju swasembada sapi di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Untuk pembibitan, diharapkan peternak mampu menghasilkan anak sapi unggulan yang bisa didistribusikan kembali ke kelompok lain maupun pelaku usaha,” jelasnya.

Guna mendukung keberhasilan program, Dinas Pertanian KSB telah menyiapkan 21 orang tim fasilitator yang terdiri dari tenaga kesehatan hewan, fasilitator budidaya ternak, dan fasilitator pakan ternak yang ditempatkan di masing-masing kecamatan.

Tim tersebut akan bertugas mendampingi kelompok mulai dari proses pemeliharaan, penimbangan, hingga manajemen kelompok. Selain itu, kelompok ternak juga akan didampingi oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa guna memastikan program berjalan optimal.

“Tim fasilitator ini akan mendampingi, mengarahkan, serta mengajarkan manajerial kelompok, termasuk pembagian tugas di dalam kelompok,” tambahnya.

Melalui program klaster ternak ini, pemerintah daerah menargetkan Kabupaten Sumbawa Barat dapat mencapai kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di masa mendatang. (WS. 01)