Penuhi Kebutuhan Benih, Pemda KSB Luncurkan Program Hilirisasi Penangkaran Benih Padi

Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai menyiapkan program mandiri benih melalui dukungan terhadap program unggulan pemerintah daerah yaitu KSB Maju Luar Biasa. Program ini ditargetkan mampu memenuhi hingga 74 persen kebutuhan benih di KSB sekaligus meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun, mengatakan program tersebut akan dikembangkan langsung oleh kelompok tani (poktan) dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, mulai dari penyediaan benih hingga sarana pendukung produksi. “Distan KSB akan luncurkan Program Hilirisasi Penangkaran Benih Padi yang akan menjadikan Sumbawa Barat sebagai produsen benih padi unggul. Tahun perdana program ini menargetkan penuhi 74 persen kebutuhan benih daerah. Pemerintah akan menyiapkan bibit dan petani yang akan mengembangkan agar benih ini bisa dijual kembali ke petani lain,” ujarnya kepada awak media, Rabu, (22/4/2026) saat didampingi Kepala Bidang Produksi Pertanian Syamsul Rijal.

Ia juga menjelaskan, pada tahap awal pemerintah akan menyediakan benih dasar (label putih) yang akan ditanam oleh kelompok tani. Hasil pengembangan benih tersebut kemudian akan dibeli kembali oleh pemerintah dengan harga Rp7.000 per kilogram untuk selanjutnya di proses menjadi benih pokok (label ungu) yang akan didistribusikan kepada petani lainnya yang ada di KSB.

Program ini akan dijalankan oleh enam kelompok tani yang telah diverifikasi, masing-masing empat kelompok di Kecamatan Brang Rea dan dua kelompok di Kecamatan Taliwang. Enam kelompok tersebut menjadi percontohan dalam program yang masuk dalam skema unggulan KSB Maju Luar Biasa.

Selain penyediaan benih, pemerintah daerah juga akan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti gudang benih, gudang padi, alat pengering (bed dryer), serta lantai jemur yang dipusatkan di Balai Benih Utama (BBU). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas benih tetap terjaga sesuai standar.

Jamilatun menambahkan, varietas yang akan dikembangkan adalah varietas yang dinilai cocok dengan kondisi daerah serta diminati petani seperti tahan hama penyakit dan memiliki kualitas rasa yang baik. Ke depan, varietas yang dikembangkan ini juga akan diberi branding lokal khas KSB.

Dalam pelaksanaannya, petani akan didampingi oleh empat jenis fasilitator, yakni fasilitator pembenihan, budidaya, pengendalian hama penyakit, dan pemasaran. Para fasilitator ini akan dibekali pelatihan dan peningkatan kapasitas oleh Universitas Mataram agar mampu mendampingi petani secara optimal, mulai dari proses penyemaian hingga pemasaran hasil.

Program Hilirisasi Penangkaran Benih Padi di Kabupaten Sumbawa Barat melibatkan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) disemua proses dalam alur produksi untuk memastikan benih yang diproduksi petani memenuhi standar mutu dan mendapatkan sertifikasi resmi. Proses sertifikasi, termasuk uji daya tumbuh, guna memastikan benih yang dihasilkan memenuhi standar sebelum dipasarkan.

Program Hilirisasi Penangkaran Benih Padi ini dijadwalkan mulai berjalan pada bulan Juli 2026. Pada tahap awal, akan disalurkan 3 ton benih label putih. Selanjutnya, pemerintah akan membeli sekitar 300 ton calon benih dari kelompok tani untuk dikembangkan menjadi benih label ungu yang siap dipasarkan, termasuk ke luar daerah.

Dengan luas baku sawah mencapai 8.344,91 hektare dan kebutuhan benih sekitar 250 ton, program ini diharapkan mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani sebagai penangkar benih unggulan.

“Harapannya petani bisa menjadi mitra pemerintah yang mandiri, sekaligus meningkatkan ekonomi dan melahirkan penangkar benih unggul di KSB,” tutupnya. (WS.01)