Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Pertanian mulai merealisasikan program penguatan kemandirian benih sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan daerah menuju KSB Maju. Sebanyak 3 ton benih berlabel putih telah didistribusikan kepada tujuh kelompok tani mitra yang akan mengembangkan produksi benih di lahan seluas 60 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov, mengatakan seluruh kelompok penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai petani mitra program mandiri benih.
“Kami sudah mendistribusikan benih label putih sebanyak 3 ton kepada tujuh kelompok tani dengan luas lahan sekitar 60 hektare. Hasil verifikasi menunjukkan kelompok yang memenuhi syarat berada di Kecamatan Brang Rea,” ujar Jamilatun kepada wartawan, Senin, (6/7/2026).
Selain penyaluran benih, Dinas Pertanian juga menyiapkan bimbingan teknis (Bimtek) guna meningkatkan kapasitas petani dalam memproduksi benih berkualitas sesuai standar sertifikasi.
Menurut Jamilatun, pelatihan tersebut akan berlangsung selama tiga hari di Kecamatan Taliwang dan diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari tujuh kelompok tani penerima program.
“Kami akan memberikan bimbingan teknis peningkatan kapasitas bagi kelompok tani mitra program mandiri benih agar mereka memiliki kemampuan dalam memproduksi benih secara mandiri dan sesuai standar,” jelasnya.
Untuk menjamin kualitas benih yang dihasilkan, Dinas Pertanian menggandeng sejumlah lembaga teknis sebagai narasumber. Di antaranya Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang akan memberikan pendampingan terkait proses sertifikasi dan pengawasan benih, serta Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) bersama pelaku usaha penangkar benih yang akan berbagi pengalaman mengenai teknik produksi dan pengelolaan usaha perbenihan.
Program tersebut ditargetkan mampu memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan benih di Kabupaten Sumbawa Barat, sehingga ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah dapat terus dikurangi.
Jamilatun berharap melalui program mandiri benih, petani di Kabupaten Sumbawa Barat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan benih secara berkelanjutan, tetapi juga berkembang menjadi penangkar benih unggul yang dapat meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Harapan kami, petani KSB mampu menjadi mitra pemerintah yang mandiri, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat dan melahirkan penangkar benih unggul di daerah,” pungkasnya. (WS.01)





