Damkarmat KSB Bekali Pelajar 8 Kecamatan Mengenai Pengetahuan Tanggap Kebakaran

Warta Sumbawa, Sumbawa Barat — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat memperkuat edukasi kebencanaan melalui program Siswa Peduli Tanggap Kebakaran (Sipetaka) yang menyasar siswa dan guru SMA di delapan kecamatan.

Sosialisasi yang berlangsung selama lima hari, dimulai tanggal 10–15 Agustus 2026, tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan pelajar mengenai penyebab kebakaran, langkah penanganan awal, serta tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran.

Kepala Dinas Damkarmat KSB, Drs. Abdul Razak, mengatakan keterlibatan pelajar dalam edukasi kebakaran menjadi bagian penting dalam upaya membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap potensi kebakaran.

Menurutnya, siswa yang telah mendapatkan pemahaman mengenai bahaya kebakaran diharapkan mampu meneruskan pengetahuan tersebut kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Kami harapkan dari sosialisasi ini bisa meningkatkan pengetahuan siswa-siswi terhadap bahaya kebakaran,” jelas Abdul Razak, Jum’at, (14/8/2026).

Ia menambahkan, pembekalan sejak usia sekolah dapat membantu membentuk respons yang lebih cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat kebakaran. Para siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai faktor penyebab kebakaran, tetapi juga langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi dan menghadapi kejadian tersebut.

Program Sipetaka dilaksanakan di sejumlah sekolah menengah atas yang tersebar di seluruh wilayah KSB, yakni SMA Negeri 1 Poto Tano, SMA Negeri 1 Seteluk, SMA Negeri 1 Brang Ene, SMA Negeri 1 Brang Rea, SMA Negeri 1 Jereweh, SMA Negeri 1 Maluk, SMA Negeri 1 Sekongkang dan SMA Negeri 1 Taliwang.

Melalui program tersebut, ia berharap terbentuk pelajar yang memiliki kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap ancaman kebakaran. Edukasi ini sekaligus diharapkan dapat memperluas peran masyarakat dalam mencegah kebakaran sejak dini.

“Dengan bekal pengetahuan yang diberikan kepada anak-anak dan siswa-siswi, kami berharap mereka dapat ikut membantu mendeteksi dan mencegah potensi kebakaran sejak dini,” ujarnya. (WS.01)