
Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Suning, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menghadirkan konsep pelayanan makan bergizi yang berbeda. Di bawah naungan Yayasan Sidik Awahab, SPPG ini dikemas layaknya dapur restoran berbintang guna menjamin kualitas makanan bagi anak-anak dan kelompok sasaran lainnya.
Kepala SPPG Air Suning, Ningsi, S.TP., mengatakan bahwa SPPG Air Suning dilengkapi dengan fasilitas dan infrastruktur modern berstandar nasional, termasuk sistem dapur dan peralatan pengolahan makanan yang mendukung inovasi para chef dalam menyajikan menu sehat dan lezat.
“SPPG Air Suning dilengkapi fasilitas dan infrastruktur yang menyerupai dapur restoran berbintang, sehingga chef dapat berinovasi menciptakan makanan yang enak dan bergizi untuk anak-anak,” jelasnya.
Ia menambahkan, SPPG Air Suning telah mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat. Sertifikat tersebut menjadi jaminan bahwa kebersihan air konsumsi serta proses pengolahan makanan telah memenuhi standar keamanan pangan.
“Dengan adanya Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi, kami semakin percaya diri memberikan pelayanan terbaik. Relawan SPPG juga disiplin dalam waktu, administrasi, dan manajemen,” ungkap Ningsi.

Saat ini, SPPG Air Suning melayani 27 sekolah mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMK. Total sasaran mencapai 2.597 penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, guru, serta kelompok B3 (balita, ibu menyusui, dan ibu hamil) di Desa Lamusung, Air Suning, dan Tapir.
Pelayanan tersebut didukung oleh 48 relawan dan tiga staf, sehingga total sumber daya manusia di SPPG Air Suning berjumlah 51 orang, terdiri dari Kepala SPPG, ahli gizi, serta tenaga administrasi dan akuntansi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof Sitompul, mengatakan bahwa pemberian Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi kepada SPPG Air Suning mengandung tanggung jawab besar bagi kedua belah pihak.
“SLHS ini harus dipertahankan dan terus ditingkatkan agar kepercayaan publik terhadap SPPG Air Suning tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi capaian nilai 91 yang diraih SPPG Air Suning dalam proses penilaian SLHS. Menurutnya, capaian tersebut perlu terus ditingkatkan, bahkan ditargetkan hingga nilai maksimal.
“Terus tingkatkan, kalau perlu sampai nilai 100. Karena banyak pihak yang mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), maka standar ini harus terus diperbarui,” tegasnya.
Ketua Yayasan Sidik Awahab, Dr. Aheruddin Sidik, SE., ME., turut mengapresiasi dukungan dan pendampingan Dinas Kesehatan KSB dalam proses penerbitan SLHS bagi SPPG Air Suning.
“Alhamdulillah, SPPG Air Suning sudah memiliki SLHS. Yang terpenting adalah bagaimana sertifikat ini terus kami jaga dan tingkatkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SLHS menjadi pengingat bagi seluruh pengelola SPPG bahwa pemenuhan gizi dan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami akan terus menjalankan seluruh tahapan sesuai SOP dan berbenah diri. Kami juga berharap semua pihak dapat terus mengontrol dan memberikan masukan agar SPPG ini dijalankan dengan amanah,” pungkasnya. (WS.01)





