Forpentda Ingatkan Pemda, Hindari Proyek Drainase di Akhir Tahun, Ukuran Saluran Harus Sesuai Debit Air

Warta Sumbawa, Sumbawa Barat – Forum Pemantau Tender dan Pengerjaan Proyek Daerah (Forpentda) mengingatkan pemerintah daerah agar tidak melaksanakan proyek pembangunan, khususnya proyek drainase, di akhir tahun anggaran.

Hal ini dinilai berisiko terhadap kualitas pekerjaan dan efektivitas fungsi saluran air. Ketua Forpentda, Manurung, menegaskan bahwa proyek drainase membutuhkan perencanaan matang serta waktu pelaksanaan yang cukup agar hasilnya benar-benar mampu mengatasi persoalan genangan dan banjir. Menurutnya, pengerjaan di akhir tahun seringkali dikejar target serapan anggaran sehingga berpotensi mengabaikan kualitas.

“Jangan buat proyek, terutama drainase, di akhir tahun. Risiko utamanya adalah pekerjaan tidak maksimal dan tidak sesuai kebutuhan di lapangan,” tegas Manurung.

Selain soal waktu pelaksanaan, Forpentda juga menekankan pentingnya pengawalan ketat terhadap proyek drainase sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Ukuran dan besaran saluran, kata Manurung, harus disesuaikan dengan debit air yang ada di wilayah tersebut.

Ia mencontohkan kondisi saluran drainase di belakang RS Asy Syifa yang dinilai sudah tidak lagi memadai.

“Debit air di kawasan itu cukup besar, sehingga saluran drainase harus diperbesar. Kalau dimensinya kecil, air tetap akan meluap meski proyek sudah dikerjakan,” ujarnya.

Forpentda berharap pemerintah daerah lebih serius dalam merencanakan dan mengawasi proyek drainase, agar anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu mengurangi persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan. (WS.01)